Rabu, 26 Mei 2010

Macam Macam Stik Drum


ada beberapa jenis kayu yang biasa dijadikan stick.ada kayu hickory, maple, oak, dll.bahkan belakangan ini orang indonesia sudah mulai ikut2an memproduksi stick dengan kayu asli indonesia diantaranya kayu sawo, kayu pohon jambu, kayu rosswood dll..namun yang perlu diperhatikan adalah kelemahan kayu2 indonesia..indonesia yang mempunyai cuaca tropis kurang cocok untuk kayu2 tersebut dijadikan stick karena cencerung basah,sehingga kalau kalau tangan kita berkeringat pasti stick tesebut akan menjadi berminyak.dan itu tidak baik untuk bermain drum,karena stick akan mudah lepas dari tangan kita.namun kelebihan stick dari kayu indonesia adalah kuat dan lama patah.

menurut saya kayu amerika yang paling cocok untuk dijadikan stick adalah kayu hickory.hickory berwarna kuning kecoklatan,kalau yang masih muda cenderung putih kekuningan.kayu ini mempunyai kekuatan dan kekeringan yang sangat bagus.hickory akan terkikis oleh gesekan hi-hat, cymbal ataupun rim pada snare,kemudian pelan2 menjadi kecil dan akhirnya patah,sehingga drummer2 akan lebih hemat dalam pemakainnya.namun kelemahan kayu ini kalau terlalu lama akan bengkok / melenting sehingga tidak akan enak lagi dipakai..hal yang mempengaruhi kayu ini bengkok dikarenakan cuaca, kelembaban dan perubahan suhu.

maple lebih cocok dijadikan bahan dasar shell drum..karena karakter kayu yang dihasilkan lebih bright.maple sendiri memiliki warna kayu yang indah yaitu putih bersih,dan mempunyai kelebihan yang tidak akan bengkok / melenting.namun sayangnya sangat rentan patah

Credit : http://belajardrum.blogspot.com/2008/05/stick.html




Setting drum pada awalnya hanya terdiri bass drum, snare, hi-hat, small tom, large tom, dan cymbal crash+ride..


pada tahun 30-60 an yaitu pada era keemasan jazz dan berlanjut pada era rock&roll drumset sangat minimalis.namun setelah era itu yaitu di era 70 keatas setting drum mulai berubah yaitu dengan mulan menggunakan tambahan tom yang biasa disebut dengan medium tom.pada era sekarang drumset benar2 mengalami inovasi yang sangat pesat.ada yang menggunakan 20 biji cymbal, 4 bass drum, 4 snare dan segala bentuk aksesoris tambahan lainnya


Credit : http://belajardrum.blogspot.com/

The Rev

James Owen Sullivan, (lahir 9 Februari 1981 – meninggal 28 Desember 2009 pada umur 28 tahun; lebih dikenal dengan nama The Rev atau The Reverend Tholomew Plague) adalah seorang drummer sekaligus penyanyi latar untuk grup musik Avenged Sevenfold. The Rev juga sempat menjadi penyanyi utama pada grup musik Pinkly Smooth.

Ia memperoleh sepasang tongkat drum pada usia lima tahun, dan menerima drum sendiri pada usia sepuluh. Hanya dalam waktu satu tahun, dia bermain "The Black Page" dengan mahasiswa dalam ansambel perkusi dilakukan oleh gurunya. Dia selalu dengan pelajaran dalam enam tahun kemudian, di SMA, ia mulai bermain dalam band. Sebelum meninggalkan untuk bergabung Avenged Sevenfold sebagai salah satu anggota pendiri band ini, Sullivan adalah drummer band ska band Suburban Legends. Pada usia delapan belas tahun dia merekam album pertama dengan Avenged Sevenfold berjudul "Sounding the Seventh Trumpet". Kemudian dalam hidupnya ia dipengaruhi oleh drumer Vinnie Paul, Mike Portnoy, dan Terry Bozzio. Dia bahkan memiliki pengaruh "visual", Tommy Lee, di mana ia berkomentar bahwa "Saya tidak menyangka akan memiliki salah satu dari mereka." Kemampuan Sullivan yang disebutnya "'The Double-ride' adalah suatu teknik yang dapat didengar pada lagu" Almost Easy "di mana dia bermain ganda sampai pada tempo cepat antara double bass dan cymbal naik. Perusahaan drum "Drum Workshop" mengesahkan The Rev dan berkata dia bisa punya drum yang ia inginkan, sehingga ia memilih double bass drum, yang ia lebih pilih daripada double bass pedal. The Rev tidak hanya bermain drum, dia adalah vokalis, pencipta lagu, dan pianist untuk Avenged Sevenfold juga. keterampilan-Nya sebagai seorang pianis dapat didengar pada lagu "Warmness In Soul" di mana bagian pianonya adalah fokus utama dari lagu yang mencakup solo ditulis oleh The Rev vokal Nya ditampilkan dalam "Avenged Sevenfold A Little Piece of Heaven "," Brompton Cocktail "," Gunslinger "," Lost ", dan" afterlife". Pengetahuannya tentang gitar dan piano untuk menulis lagu-lagu" "Almost Easy," A Little Piece of Heaven ", "afterlife" dan "Brompton Cocktail" yang muncul di album Avenged Sevenfold selfl-titled. Dia juga memberikan kontribusi untuk pembuatan "Critical Acclaim" dan "Lost". Band ini menjadi sangat populer dan memenangkan MTV Music Award untuk Best New Artist pada tahun 2006. Dan pada tahun 2009, dalam jajak pendapat dari beberapa drumer terbesar di dunia yang dilakukan oleh Majalah Rhythm, The Rev mendapat tempat sebgai drumer ke 41 terbesar sepanjang masa.


Credit : Wikipedia

Kamis, 06 Mei 2010










DRUM

Drum sebenarnya bermacam-macam. Ada snare, tom-tom, bass, conga, tymbal, mondo, bedug, tabla… dll, mereka sebenarnya adalah drum, karena memainkannya dengan cara dipukul. Tetapi yang kita bahas adalah DRUMSET, yang bisa dibilang bentuk drum paling modern. Drumset itu sendiri sebenarnya terdiri atas 3 drum, yaitu Snare, tom-tom dan bass drum. Untuk tom-tom masih dapat dibagi dua lagi, yaitu: Mounted tom dan floor tom-tom (tergantung dari peletakan dan diameter saja). Dari ketiga unsur tersebut masih ada beberapa unsur penting lagi, yaitu cymbal, hardware (pedal, hihat stand, cymbal stand, snare stand, tom holder/tom stand) dan drumhead.

Tom-tom terdiri atas berbagai macam ukuran baik dalam kedalamannya dan diameternya. Ukuran suatu drum biasnya ditulis 12×10 yang maksudnya adalah kedalamannya 12 inchi dan diameternya 10 inchi. Diameter tom-tom bervariasi, biasanya tom-tom paling kecil berdiameter 6″, dan berlanjut ke 8″, 10″, 12″, 13″, 14″, 15″, 16″, 18″ dan 20″. Ukuran tom-tom 14″ keatas dapat digolongkan sebagai floor tom-tom, tetapi tergantung dari peletakannya juga. Tom-tom menggunakan 2 drumhead, atas dan bawah, kecuali pada tahun 70-an dimana tom-dan bass drum hanya menggunakan 1 drumhead saja, dan suaranya jelek sekali. Badan tom-tom atau yang biasa disebut dengan shell terbuat dari kayu. Untuk drum kelas pemula biasanya menggunakan kayu Mahogany dan untuk kelas professional biasanya menggunakan kayu Birch dan Maple. Kayu Birch dan Maple lebih mahal karena menghasilkan suara atau tone yang bulat dan jernih. Kayu pada tom-tom biasanya mempunyai ketebalan dari 4 sampai 10 mm. Semakin tipis kayu maka suara yang dihasilkan semakin kaya dan sensitive. Sedangkan semakin tebal kayu suara yang dihasilkan semakin keras, tetapi suaranya tidak terlalu kaya dan kurang sensitive.

Bass drum tidak terlalu berbeda dengan tom-tom, hanya bass drum mempunyai diameter yang lebih besar, 16″, 18″, 20″, 22″, 24″ dan bahkan 26″ atau lebih. Dan bass drum dipukul dengan menggunakan pedal dan ditaruh dibawah. Tetapi suara bass drum tidak seperti tom-tom yang bersuara “Dung…” tetapi cenderung bersuara “Dug…” (lebih mati suaranya). Kayu bass drum cenderung lebih tebal untuk menghasilkan suara yang lebih keras dan untuk ketahanan drum itu sendiri.

Snare drum adalah drum yang paling berbeda diantara lainnya (dari bentuk dan suaranya). Dan snare drum merupakan unsur utama dari drumset (yang paling sering dipukul). Drum ini biasanya berukuran 10″ sampai 15″, tetapi yang paling biasa digunakan adalah ukuran 14″. Yang membuat perbedaan pada snare drum yaitu pada bagian bawah drum tersebut. Di bawahnya menggunakan kawat-kawat yang berbentuk spiral atau yang sebenarnya dinamakan Snare Wire /Strainer. Benda itulah yang membuat perbedaan pada snare drum. Jika anda memukul head atasnya maka snare wire dibawah segera merespon, dengan cara ‘memukul’ kembali head bawah dan menghasilkan suara yang tajam. Maka dari itu, sebenarnya ‘nyawa’ dari snare drum terletak pada snare wirenya. Jika snare wirenya dilepas maka suara yang dihasilkan hampir sama dengan tom-tom.

Cymbal, lagi-lagi merupakan ‘nyawa’ bagi drumset, karena hampir tidak mungkin bermain drum tanpa cymbal (ibaratnya seperti makan nasi tanpa nasi, nggak makan donk…). Cymbal terdiri atas 4 jenis mereka yaitu:

1. Hihat cymbal:
‘Jantungnya’ cymbal dan drum. Berguna untuk menjaga waktu/tempo. terdiri atas sepasang cymbal. berukuran 8″ sampai 15″. Ukuran standart 14″

2. Ride cymbal:
Sama fungsinya dengan hihat tetapi dengan bentuk dan suara yang berbeda. Hanya terdiri dari satu cymbal tetapi berukuran besar 18″ sampai 22″. ukuran standar 20″

3. Crash cymbal:
Berguna untuk memberi phrase/nada pada suatu lagu. Berukuran 13″ sampai 22″ tergantung dari selera pemain.

4. Efek cymbal:
Efek cymbal terdiri atas Splash, bell, china dan swiss. Berguna untuk memberi ‘warna’ khusus pada suatu lagu. Splash dan bell biasanya berukuran 6″ sampai 12″ dan untuk china dan swiss biasanya berukuran 16″ sampai 22″.

Hardware terdiri atas berbagai macam bentuk dan fungsi:

1. Pedal:
Berguna untuk memukul bass drum, juga tersedia double pedal, yaitu pedal yang menggunakan 2 pedal dan 2 pemukul atau beater untuk mendapatkan suara yang lebih pada bass drum.

2. Hihat stand:
Untuk menempatkan hihat cymbal yang terdiri atas 2 buah cymbal sehingga anda dapat membuka dan menutup kedua cymbal itu dengan kaki kiri anda.

3. Cymbal stand:
Untuk menempatkan segala macam jenis cymbal kecuali hihat.

4. Snare stand:
Untuk menempatkan Snare drum dan anda dapat merubah posisinya sesuka anda.

5. Tom holder/tom stand:
Berguna untuk memasang tom-tom.

Drumhead mempunyai ukuran, type, fungsi dan ketebalan yang berbeda. Drumhead terdiri atas 3 bagian; Pertama Batter head, yaitu drumhead yang dirancang khusus untuk dipukul. Kedua, Resonant hanya ditaruh pada bagian bawah tom-tom dan bagian depan bass drum. Head ini tidak untuk dipukul, head ini berguna untuk memberi ‘hidup’ pada tom-tom dan bass drum. Dan terakhir adalah snare side, khusus hanya untuk ditaruh dibagian bawah snare untuk mendapatkan suara snare wirenya. Snare side merupakan head yang paling tipis. Ingat, tidak untuk dipukul.

Selasa, 04 Mei 2010


Name :Blink 182

Originated in : San Diego

Band Members : Mark Hoppus (bass/vocals), Tom Delonge (guitar/vocals) and Scott Raynor (drums)

Debut Album : Fly Swatter (1993)

Biography










Blink 182 Trivia
Blink-182 won a Teen Choice Award, a Blockbuster Music Award, and appeared on the MTV Awards '00 where they performed "All The Small Things" and won Best Group Video. In Europe they received an MTV Europe Award for Best New Act. They performed on Saturday Night Live and the Tonight Show (twice), appeared in American Pie and opened the Billboard Music Awards.
Blink 182 Detailed Biography
Originally known as simply Blink, the trio band was formed near San Diego by Mark Hoppus (b. 15 March 1972, USA; bass/vocals), who had moved to San Diego to study, and Tom DeLonge (b. 13 December 1975, USA; guitar/vocals). Hoppus and DeLonge were joined by drummer Scott Raynor, and began a non-stop gigging schedule on the local punk circuit. They debuted in 1993 with a self-released EP, Fly Swatter. After releasing the album Buddha in 1994, the trio signed to Grilled Cheese/Cargo and released Cheshire Cat the following year which featured several of the songs from the demo tape. Shortly afterwards the trio were forced to adopt the new moniker Blink-182 following the threat of legal action by an Irish techno outfit already recording as Blink. Despite the enforced name change, the trio's popularity continued to grow owing to support slots with several leading punk bands including No FX and Pennywise, and their ubiquitous presence on the skating and snow boarding scenes. They also developed a reputation for stripping off during live shows. The trio has a penchant for gloriously immature lyrics, crafting great tunes. The third blink-182 LP, Dude Ranch, was released in 1997. Dude Ranch expanded the group's audience and won the attention of major labels. blink-182 wound up signing with MCA, who released the band's fourth album, Enema of the State, in the summer of 1999. Travis Barker, formerly with the Aquabats, later replaced Raynor. After selling over four million copies of Enema of the State, the trio played on with the limited edition release The Mark, Tom, and Travis Show (The Enema Strikes Back) in fall 2000. Barker appeared on the band's major label debut, Enema Of The State, which debuted in the US Top 10 in June 1999 and went on to sell over a million copies in barely two months. The album was helped by two highly catchy hits, "What's My Name Again?" and "All The Small Things". Following the release of a stop-gap live set, the band confirmed the commercial appeal of their scatological punk rock when their fifth album, Take Off Your Pants And Jacket, debuted at the top of the US charts in June 2001. DeLonge and Barker concurrently enjoyed success as part of Blink-182 soundalikes, Box Car Racer, while the latter also joined Rancid frontman Tim Armstrong in the Transplants. The band also graced the covers of Rolling Stone, Alternative Press (twice), Teen People, Teen and CosmoGirl, just to name a few.